Rabu, 10 November 2010

KOMUNIKASI EFEKTIF

Manusia adalah makhluk sosial. Sehingga interaksi antarsesama telah menjadi kebutuhan pokok manusia di  dalam hidup mereka. Berkomunikasi adalah sebuah bagian tak terpisahkan dari interaksi sosial ini.Apa jadi nya jika di dalam kehidupan tidak ada suatu komunikasi, pasti kita sesama  manusia akan merasa tidak bisa mengungkapkan sesuatu yang kita rasakan ke pada orang lain.
 Komunikasi yang  berasal dari kata latin yaitu  : Communicare atau Communis yang berarti untuk berbagi, berkomunikasi, menanamkan, menginformasikan, bergabung, bersatu, dan berpartisipasi . Jadi, dari asal katanya, diketahui bahwa komunikasi itu memerlukan pesan yang hendaknya dibagi, penyampai pesan dan obyek pesan. 



Jenis suatu komunikasi di bedakan menjadi 2, di antaranya komunikasi verbal dan komunikasi non verbal.
  •       Komunikasi verbal
 Komunikasi verbal disampaikan dengan bahasa verbal. Bahasa verbal menggunakan kata-kata yang mewakili berbagai aspek realitas individu. Aspek realitas ini meliputi bahasa asal, kebiasaan, tingkat pengetahuan dan intelejensia sampai aspek budaya.Komunikasi verbal adalah jenis komunikasi yang sehari-hari dilakukan manusia.
Namun, walaupun terbiasa berkomunikasi secara verbal, ternyata komunikasi verbal mempunyai keterbatasan. Keterbatasan itu disebabkan bahasa verbal yang digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi memiliki keterbatasan pula.Keterbatasan pertama adalah keterbatasan bahasa itu sendiri.
  •      Komunikasi non verbal
 Komunikasi non-verbal secara sederhana bisa diartikan sebaga semua isyarat yang bukan kata-kata. Komunikasi nonverbal meliputi:
1. Bahasa tubuh. Semua anggota tubuh seperti wajah, kepala, tangan, kaki dan bahkan seluruh tubuh bisa digunakan sebagai bahasa simbolik. Mengacungkan jempol contohnya, yang berarti "oke", "bagus", atau menyatakan persetujuan.
2. Sentuhan. Jabat tangan misalnya bisa berarti sebuah tanda bagi kesepakatan kedua belah pihak yang berkomunikasi.
3. Parabahasa. Parabahasa adalah aspek-aspek suara selain ucapan yang dapat dipahami. Contoh parabahasa misalnya, intensitas (volume) suara, intonasi, warna suara, siulan, siutan, tawa, tangis dll.
4. Penampilan fisik. Penampilan fisik bisa menjadi media penyampai pesan tak langsung. Ketika ke undangan pernikahan misalnya, kita akan berpakaian rapi sebagai rasa hormat kita pada pengundang.
5. Warna. Warna sering digunakan untuk menunjukkan emosi, cita rasa, keberpihakan politik bahkan keyakinan agama. Warna merah misalnya, sering digunakan sebagai simbol kemarahan dan protes.

Dan jika kita membicarakan tentang komunikasi yang efektif kata-kata komunikasi verbal dan non verbal merupakan salah satu pembagian bagaimana kita melakukan suatu komunikasi yang bisa di bilang efektif.

Di jelaskan bahwa dalam membangun komunikasi yang efektif kita dapat melihat dari 5 hukum efektif
1. Respect ( Menghargai )
 dalam mengembangkan komunikasi yang efektif, sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan.
Rasa hormat dan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain.pada dasarnya prinsip manusia yaitu  ingin dihargai dan dianggap penting. Jika kita bahkan harus mengkritik atau memarahi seseorang, lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaan seseorang. Jika kita membangun komunikasi dengan rasa dan sikap saling menghargai dan menghormati, maka kita dapat membangun kerjasama yang menghasilkan sinergi yang akan meningkatkan efektifitas kinerja kita baik sebagai individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim.
2. Empathy
Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain.
3. Audible ( Di dengarkan )
Makna dari audible antara lain: dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Jika empati berarti kita harus mendengar terlebih dahulu ataupun mampu menerima umpan balik dengan baik, maka audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui media atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Hukum ini mengacu pada kemampuan kita untuk menggunakan berbagai media maupun perlengkapan atau alat bantu audio visual yang akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik. Dalam komunikasi personal hal ini berarti bahwa pesan disampaikan dengan cara atau sikap yang dapat diterima oleh penerima pesan.
4. Clarity ( Kejelasan)
Selain bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik, maka hukum keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang berlainan..
Karena kesalahan penafsiran atau pesan yang dapat menimbulkan berbagai penafsiran akan menimbulkan dampak yang tidak sederhana.
Clarity dapat pula berarti keterbukaan dan transparansi. Dalam berkomunikasi kita perlu mengembangkan sikap terbuka (tidak ada yang ditutupi atau disembunyikan), sehingga dapat menimbulkan rasa percaya dari penerima pesan atau anggota tim kita. Karena tanpa keterbukaan akan timbul sikap saling curiga dan pada gilirannya akan menurunkan semangat dan antusiasme kelompok atau tim kita.
5: Humble ( Rendah hati )
Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah
hati yang kita miliki. Sikap Rendah Hati yang pada intinya antara lain: sikap yang penuh melayani, sikap menghargai, mau mendengar dan menerima kritik, tidak sombong dan memandang rendah orang lain, berani mengakui kesalahan, rela memaafkan, lemah lembut dan penuh pengendalian diri, serta mengutamakan kepentingan yang lebih besar.

Jika di dalam diri  kita sudah  tertanam  sebagai komunikasi efektif  maka kita sebagai manusia dapat di hargai orang lain karena kita bisa menempatkan diri atau pribadi yang baik, komunikasi yang efektif amat sangat di perlukan di kehidupan kita.
Contohnya saja  seperti President Barack obama, kita lihat beliau  amat sangat di segani dan di cintai  oleh banyak orang di seluruh dunia hingga akhirnya beliau di nobatkan sebagai President Amerika, padahal di Amerika sepanjang sejarah kepresidenan tidak pernah ada warga berkulit hitam yang menjadi President, saat Barack obama ( Partai Demokrat) terpilih sebagai calon kandidat no. 1 di Amerika,seluruh warga sorak sorai menyambut dengan meriah karena terpilihnya president Amerika yang ke 44, dan  beliau berhasil mengalahkan lawan-lawan calon kandidat nya yaitu Jhon Mccain (partai Republic), yang  usianya terlampau  jauh dengan obama,Walaupun beliau masih di katakan muda ( Barack obama ) tetapi beliau merupakan pribadi yang baik dan  beliau amat sangat di banggakan oleh warga amerika bahkan di seluruh dunia. mengapa demikian, karena ketika barack obama mengkampanyekan diri nya sebagai calon president, barack obama tidak pernah memilah milih lawan bicara nya, siapapun beliau dekati, bahkan agar beliau mendapatkan simpati warga amerika, beliau  mengkampanyekan dirinya ke semua warga amerika bahwa  beliau tidak pernah merasa dirinya tinggi, dan beliau Berhasil mengkomunikasikan diri nya kepada orang lain bahwa dirinya sebagai diri yang rendah hati, ramah tamah,hangat dan cerdas.
Mengapa beliau amat sangat di segani   :
1.    Karena beliau memiliki karismatik di dalam dirinya yang menjadikan semua warga di dunia menyukai beliau
2.    Sikapnya yang tidak membeda-bedakan orang, ras, suku, bangsa, dan agama
3.    Beliau memiliki sikap yang jujur, santun dan penyayang
4.    Dan hal yang paling penting yaitu beliau dapat membangun komunikasi yang efektif  maka dari itu terpilihlah beliau menjadi kandidat utama menjadi orang nomor 1 di amerika, karena beliau dapat membangun komunikasi yang efektif tersebut.
 
 Kita bisa belajar dari beliau yang mengkomunikasikan dirinya kepada orang lain secara efektif, bagaimana beliau dapat berkomunikasi kepada orang lain, bagaimana sikap beliau menghadapi audience, dan bagaimana beliau menghadapi lawan nya di bidang politik pada saat berkampanye, ini amat sangat di banggakan warga amerika dan bahkan dibanggakan pula oleh warga dunia memiliki seorang barack obama karena membangun komunikasi yang efektif yang menjadikan beliau menjadi seorang presiden.

Lalu Bagaimana kita dapat membangun komunikasi yang efektif :
  1.    Jika melakukan komunikasi kepada orang lain hendaknya kalimat yang ingin di ucapkan dapat di mengerti dan penggunaan bahasa yang baik dan benar, serta sopan agar terlihat apa yang kita sampaikan kepada orang tersebut dapat di percaya serta berguna.
  2.    Jangan melakukan pengulangan kata yang menjadikan lawan bicara kita menjadi jenuh dengan apa yang kita sampaikan sehingga lawan bicara kita tidak mengerti dengan apa yang kita bicarakan.
  3.    Jangan bicara terlalu lambat dan tidak terlalu pelan maka lawan bicara kita akan merasa binggung dengan apa yang kita ucapkan.
  4.    Sebaiknya hindari gumaman yang menjadikan lawan bicara kita menjadi merasa lelah menunggu kapan kita selesai berbicara contohnya : eeeeehhhmmm, apa yaaa, oooooo dan lain-lainnya.
  5.    Menggunakan ucapan dan bahasa tubuh yang baik.
  6.    Pembicaraan yang kita sampaikan tidak menyinggung lawan bicara kita
  7.    jika lawan bicara kita sedang serius mendengarkan apa yang kita katakana hendaknya kita tetap fokus dengan apa yang kita ucapkan.

 Kita dapat membangun komunikasi yang efektif di dalam diri kita, dengan bagaimana kita dapat mengolah komunikasi kita kepada lawan bicara tersebut dengan baik, dan kita dapat  menjadikan suatu komunikasi tersebut menjadi sesuatu yang dapat menjadikan diri kita menjadi pribadi yang menarik dan dapat di hargai dan di sukai oleh orang lain.